?

Log in

Previous Entry

ALL IN LOVE (VIXX _VVE) Part 4

Author : NIYA_YUUCHAN

Genre : Romance comedy

Rating : Teen

created : 1 july 2016

Maincast:
- Niya As Park Ncha (OC)
- Nia Jung As Kim Lenia (OC)
- Aya As Lee Jaeya (OC)
- Ersha As Song Visha (OC)
- Silvia As Jang Leevi (OC)
- Vita As Park Hyuvi (OC)
- Cha Hakyeon (VIXX)
- Jung Taekwon (VIXX)
- Lee Jaehwan (VIXX)
- Kim Won-sik (VIXX)
- Lee Hongbin (VIXX)
- Han sanhyuk (VIXX)

"Akhhh... capeknya" ucap Ncha ketika ia masuk kedalam rumah. "Hyuvi, gomawo untuk hari ini".
"Ne eonni" balas Hyuvi. Iapun pergi ke kamarnya. Iapun mengganti seragam sekolahnya dengan piyamanya. Di meja belajar ia tiba-tiba saja melamun. "Tunggu, apa yang kulihat tadi di event itu benar hyuk??" Mengingat kembali kejadian 4jam yang lalu. Lamunannya terhenti mendengar suara pintu kamarnya terbuka.
"Hyuvi, eonnie selesai mandi" lapor Ncha. Hyuvi menganggukan kepalanya.
"Tunggu eonnie, apa eonnie kenal dengan orang yang bernama han sanhyuk??" Tanya Hyuvi. Ncha memutar otaknya mengingat sesuatu.
"Akh, apa yang kau maksud han sanhyuk teman cosplay eonnie?? Kalau tidak salah dia satu sekolah denganmu kan??" Mata Hyuvi terbuka lebar. Ternyata orang yang tadi ia lihat memang hyuk. "Memang kenapa kau tanyakan itu??".
"Tidak eonnie" Hyuvi menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah. Cepat mandi, lalu tidur" Ncha pun meninggalkan kamar Hyuvi.
"Ternyata bukan mimpi. Orang yang kulihat tadi memang dia. Tapi, kenapa dia berbeda sekali. Saat di sekolah dia lebih terlihat pendiam. Senyumpun ia terlihat sangat terpaksa. Tapi tadi" Hyuvi menyimpan kedua tangannya di pipi. "Ia tertawa begitu lepas, dia banyak bicara. Entah, kenapa aku semakin suka padanya" pipi Hyuvi merona kemerahan.
Keesokan harinya Hyuvi datang lebih pagi lagi, tidak seperti biasanya. tidak selang berapa lama hyuk tiba di kelas.
"Selamat pagi" sapa Hyuvi. Hyuk terdiam menatap Hyuvi. Tanpa menjawab, ia menyimpan tas lalu melangkah pergi. "Tunggu, kok dia diam saja???" Pikir Hyuvi heran.
"Woh, hyuk selamat pagi" sapa salah satu teman mereka.
"Selamat pagi" jawab hyuk. Hyuvi mencoba menyapanya lagi.
"Selamat pagi hyuk" teriak Hyuvi. Tapi hyuk malah pergi keluar dari kelas. Membuat Hyuvi semakin bingung. Iapun memutuskan mengikutinya.
"Selamat pagi hyuk-sunbae" ucap seorang siswi kelas 1. Dan hyuk membalasnya sambil memberi senyuman.
"Tunggu, kenapa dia membalas orang lain. Sedangkan aku hanya dia anggap nyamuk lewat" ucap Hyuvi marah. "Hyuk tunggu!!! Hyuk!!!" Teriak Hyuvi. Hyuk masih tidak menjawab. Ia masih mengabaikan Hyuvi. Apa karena kemarin aku melihatmu di e....hmpp" belum sempat Hyuvi menyelesaikan kalimatnya. Hyuk terlebih dahulu membungkamnya.
"Ikut aku" tarik hyuk ke suatu tempat dimana tidak ada orang yang akan mendengarnya.
"Kenapa??" Tanya Hyuvi.
"Apa reaksimu melihatku kemarin cosplay dan beraksi seperti... ya...kau lihat ka kemari??" Tanya hyuk.
"Jurus semburan api tu.... tu..tu..." Hyuvi mempraktekan apa yang dilakukan hyuk kemarin.
"Sudah hentikan" ucap hyuk malu. "Kau merasa aneh kan???" Hyuvi menggelengkan kepalanya. "Tidak kau merasa jijik padaku???" Hyuvi menggelengkan kepalanya. "Sudahlah, percuma bertanya padamu" ucap hyuk kesal, lalu pergi.
"Tapi, aku suka melihatmu kemarin" ucapan Hyuvi membuat langkah kaki terhenti.
"Aku tidak percaya, semua yang tidak mengerti diriku pada akhirnya meninggalkanku"dan iapun pergi meninggalkan Hyuvi.
"Tapi senyummu kemarin begitu tulus. Aku lebih suka dirimu yang tertawa lepas itu. Daripada harus melihatmu yang sempurna tapi tidak ada kebahagiaan didalamnya" Hyuvi menatap punggung hyuk yang terlihat semakin jauh.

============

Disisi lain jaeya yang pergi ke lorong kelas 3 sebelum bel masuk berbunyi. "Ini kan kelas senior-taekwon???" Jaeya mengintip di balik pintu kelasnya.
"Hei, anak kelas satu. Ada perlu apa??ini ruangan kelas 3. Jangan bilang kau kesini karena taekwon??" Tanya salah satu teman kelas taekwon.
"Aku, ada yang harus di jelaskan padanya. Jadi senior bisa panggilkan senior taekwon??" Tanya jaeya. Tapi raut wajah senior yang berada didepannya itu tiba-tiba terlihat berbeda.
"Ikut aku" jaeyapun ditariknya menjauhi kelas taekwon. Ia di tarik senior perempuan tadi bersama dengan kedua temannya.
"Senior... ada apa??" Tanya jaeya bingung. "Kenapa membawaku ke belakang gedung sekolah??.
"Kau mau menyatakan perasaamu kan?? Jangan bermimpi. Jelas-jelas dia akan menolakmu seperti perempuan lainnya. Lagipula dia tidak suka dekat-dekat dengan perempuan. Aku suka melihatnya itu. Jadi kuputuskan tidak ada yang boleh mendekatinya" ancam senior itu.
"Tapi aku hanya ingin berteman dengannya" jawab jaeya. "Tidak ada larangan kan untuk berteman dengan siapapun" balas jaeya.
"Tapi aku melarangnya!!!!!" Senior itu semakin marah.
"Memang senior pacarnya??? adiknya??? Kakaknya?? Atau ibunya berani melarangku berteman dengannya??" Jawab jaeya dengan berani.
"KAU!!!" senior itu menarik rambut jaeya.
PLOK...PLOKK...PLOKKK...
Semua terhenti melihat seseorang bertepuk tangan. Dan semua tertuju ke arah orang yang sama.
"Ha...ha..ha.. ha.. nice job lee jaeha" semua orang disana terkejut.
"Jaehwan-sunbae" ucap jaeya terkejut.
"Loh, kenapa berhenti?? Aku belum selesai menonton loh" ucap jaewan.
"Tidak, kau salah paham Jaehwan. Anak ini yang membuat masalah. Dia... diaa... dia... ingin kita berbuat jahat pada taekwon. Tentu saja kita marah???" Ucap salah satu senior itu.
"Tidak... aku..." jaeya berusaha membela diri.
"Begitukah??? Apa pendengaranku mulai salah??" Jaehwan mengorek-ngorek telinganya. Ia perlahan mendekati mereka dan semakin mendekat. Dan berbisik di telinga senior itu. "Bagaimana, kalau taekwon tahu ini?? Berani mengancam orang yang mau dekat dengan taekwon" wajah senior itu berubah menjadi pucat pasi. dan mereka memutuskan untuk pergi meninggalkan Jaehwan dan jaeya. "Jaeya... kau tidak apa-apa??" Tanya jaewhan.
Jaeya hanya terntuduk lemas."tapi aku benar-benar ingin jadi temannya. Apa benar tidak boleh??" Tanya jaeya dengan berlinangan air mata.
Jaehwan hanya tersenyum melihat gadis yang ada di depannya itu. "Tentu saja kau boleh berteman dengannya" Jaehwan mengeluarkan saputangan disakunya. Lalu melap airmata dan ingus yang ada di hidungnya.
"Senior, terima Kasih. Maaf mengotori saputanganmu, nanti ku cuci" ucap jaeya.
"Tidak apa... itu biasa ku pake untuk menyeka keringatku".
"Hah???" Jaeya berhenti menyeka saputangan itu kemukanya.
"A....tapi hari ini... aku belum pake kok" ucap Jaehwan dengan gugup.
"Tapi kok sedikit bau asem" jaeya mengendusnya.
"Mungkin itu keringatmu ha...ha...ha..." jaeya menyipitkan matanya ke arah Jaehwan. "Akh rambutmu berantakan, biar ku ikat rambutmu" jaehwan membalikan badan jaeya. Dan mulai menata rambutnya.
"Aku bisa sendiri senior" ucap jaeya.
"Sudah diam" Jaehwan melanjut menyisir rambut aya dan mengikatnya.
"Perasaan ini berbeda dengan perasaanku pada saat melihat senior taekwon. Kenapa denganku???" Ucap jaeya dalam hati.

===================

SMP SHINHWA (3-5)

"Visha, kau tidak mengganti bajumu?? Sekarang pelajaran olahraga??" Tanya teman sekelasnya.
"Aku tidak enak badan nayoung. Sepertinya perutku sakit." ucap visha sambil memegang perutnya.
"Kau sih, makan terlalu banyak" protes nayoung.
"Tidak ada hubungannya" visha masih megaduh kesakitan.
Ketika semua telah berganti pakaian. Visha'pun ikut keluar bersama yang lainnya untuk melaporkannya pada guru olahraga.
"Kau boleh pergi ke ruang kesehatan" ucap guru olahraga itu. Disaat bersamaan visha melihat sosok wonshik di sebrang sana. Sebagai catatan sma dan smp shinhwa itu berdampingan hanya ada pembatas sekat dari kawat saja yang membatasinya.
"Pak bolehkah saya duduk melihat disini?? Disini lebih menyegarkan daripada harus ke ruang kesehatan" ucap visha bohong. Gurunya hanya meniyakan saja. Dan tidak tahu alasan kenapa visha lebih memilih istirahat disana.
Segera visha berlari dimana wonshik sedang berada di atas pohon. Ia sedang tertidur dengan pulasnya.
"Oppa.... sttt...oppa" teriak visha dari bawah pohon. Tentu saja wonshik terbangun.
"Hmp???".dan iapun tentu saja terjatuh. BRUKKKK "Aduhhhh" ribtih wonshik.
"Mian oppa" ucap visha dengan menyesal.
"Akhh... visha..." wonshik melambaikan tangannya. "Kenapa kau disini??? Dan bisa tau oppa disini??" Tanyanya.
"Perutku sakit. Jadi aku tidak ikut olahraga. Oppa sendiri kenapa ada diatas pohon. Bolos yakkk???" Goda visha.
"Pelajaran membuatku pusing. Lihat rambutku saja sampai seperti ini" keluhnya.
"Oppa ngaco. Itu kan emang oppa cat sndiri".
"Hehehehe"
"Oppa berikan tanganmu?? Sepertinya tadi kau jatuh dan tanganmu terluka" visha melihat sekat pembatas itu. Tangan wonshik tidak mungkin bisa menembusnya. "Mian oppa, sepertinya aku tidak memasangnya. Tapi akan ku berikan plester ini" wonshik berdiri. "Oppa???" Menatap wonshik heran. Wonshik mengambil aba-aba mundur kebelakang dan meraih ranting pohon yag di rasanya kuat dan lalu ia melompat melewati pagar. Visha yang melihat pemandangan dibawah hanya bisa terpukau. "Indahhhhh" ucapnya dengan kagum.
"Huppp.... savee...." ucap wonshik dengan merentangkan kedua tangannya.
Untung saja semua orang disana tidak ada yang melihat wonshik melompat pagar.
"Oppa nekad" protes visha.
"Dengan begini bukankah kau bisa menempelkan plestermu??" Visha hampir tak bisa menahan gurat senyum diwajahnya. Ia senang bukan main. Wonshik melakukan itu.
"Tapi, oppa kan bisa terluka dua kali".
"Kalau begitu, pasang lebih banyak plester hihi" dengan gugup visha memasang plester itu. "Oppa dulu pernah sekolah disini juga, dan guru olahragamu itu. Hisss... hanya baik pada perempuan" ucap wonshik.
"Sampai sekarangpun masih begitu. Kasian para lelaki sering di abaikannya hihihi" visha terkekeh. "Oh, iya oppa nanti pulang sekolah apa kita bertemu mozi lagi???" Tanya visha.
"Sepertinya tidak bisa. Kemarin oppa keasikan main. Sampai lupa menjemput seseorang. Hampir saja orang yang sangat berharga bagi oppa itu dari celakai orang" penjelasan wonshik tentu saja membuat visha terkejut bukan main.
"Begitu ya" ucapnya kecewa.
"Heish, jangan murung" wonshik mengacak-acak rambut visha.
"Tidak oppa... aku tidak akan menyerah" ucapnya dengan yakin.
"Heee.... Bagus... itu baru visha yang oppa kenal" meskipun wonshik tidak tau. Tapi visha bersemangat untuk mendekati wonshik.
"Hehehe" ucap visha sambil cengengesan. Ia sampai lupa dengan sakit yang dideritanya.

==================

Bel istirahat berbunyi di sma shinhwa.
"Haloooo ketua osis mampir......" Hakyeon menyapa seluruh isi kelas itu.
"Tunggu, kenapa dia ada disini??Ncha, sejak kemarin dia sering ke kelas ini, sebelum masuk, istirahat, sebelum po ulang sekolah" Tanya teman sebangkunnya eunji.
"Sudah diamkan, paling dia hanya ingin tebar pesona. Bukankah dia seperti itu??" Ucap Ncha sambil menulis. "Lagipula aku sudah lapar ini. Jadi jangan ganggu aku. Sebentar lagi selesai".
"Tapi dia menuju kesini??"bisik eunji.
"Hah??" Ncha mengangkat kepalanya. Dan benar saja. Hakyeon sudah berada di depan mejanya, sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Park Ncha" Hakyeon mengedip-ngedipkan matanya.
"Kau tidak ada kerjaan apa datang kesini. Bukankah kerjaan osis menumpuk. Ditambah kau anak kelas 3" masih dalam keadaan mencatat.
"Tapi kan ini istirahat. Ayo ke kantin bersama-sa...".
"Aku menolak" Ncha menutup bukunya. Lalu berdiri. "Ayo, eunji" ajak Ncha.
Hakyeon mengikutinya dari belakang. sesampainya di kantin. Hakyeon mengikuti Ncha dibelakangnya.
"Jadi, untuk apa kau duduk disini?". Tanya Ncha sambil mengerutkan keningnya.
"Tidak... aku ingin melihatmu??" Ucapnya dengan nada manja.
"Hooo.... " jawabnya santai.
"Kau terlalu dingin padaku Ncha. Padahal kau kemarin membuatku seperti seorang Putri" Hakyeon menyentuh kedua pipinya dengan malu-malu.
"Blekieee dengar...."
"Coba lihat dia memberi nama kesayangan padaku..." ucapnya dengan malu-malu. Ncha tidak tahan dengan tingkahnya. Seisi sekolah yang makan disana tentu saja tertawa tanpa bersuara.
Ncha melanjutkan makan siangnya. Tapi Hakyeon malah hanya duduk di depannya.
"Kau tidak lapar apa?? Sebentar lagi bel masuk berbunyi" protes Ncha.
"Ah, terimakasih sudah memperhatikanku. Baiklah aku akan ambil makananku" segera Hakyeon mengambil makanan.
"hei ncha, Apa mungkin ketua osis mulai menyukaimu??" Pertanyaan eunji membuat Ncha tersedak dan terbatuk batuk. Iapun mengambil minumnya.
"Kau gilak. Aku dan dia saingan. Jadi tidak mungkinlah" ucap Ncha sambil menutupi rasa canggungnya.
Tak berapa lama Hakyeon kembali lagi. "Kenapa balik lagi????"--"ka..kaukam bisa duduk ditempat lain" tunjuk bangku kosong.
"Karena aku ingin makan bersamamu" ucapnya.
"Terserah" ucapnya acuh.
"He, Hakyeon kau menyukai Ncha???" Tanya eunji to the point. Dan itu berhasil membuat mereka menyemburkan makanan mereka masing-masing. "Kalian jorok ikh. Liat baju kalian sama-sama kotor" tunjuk eunji ke arah seragam mereka berdua.
"Menyebalkan" ucap Ncha langsung berdiri. Disusul Hakyeon dibelakangnya. "Ada apa sih denganmu, apa otakmu sedang bermasalah" ucap Ncha marah.
"Mian"
"Jangan ikuti aku" protes Ncha.
"Tapi kalau memang benar yang diucapkan eunji bagaimana???" Langkah kaki Ncha terhenti.
"Kalau memang benar, kau mau memberikan posisimu padaku??" Ucapnya membuat Hakyeon terkejut.
"Kalau begitu. Anggap saja aku tidak mengatakannya" Hakyeon pergi kearah berlawanan. Dan membuat Ncha merasa tidak apa yang dikatakannya barusan.
"Akhhhhh..... menyebabkan!!!!!!" Teriak Ncha sambil menghentakkan kakinya.

===============

Bel pulang berbunyi.
"Hongbin, ayo kita main dulu ke game center" ajak temannya.
"Tidak, aku ada keperluan. Maaf aku pulang duluan" Hongbin mengambil tasnya.
"Hongbin sepertinya sudah punya pacar. Buktinya dia lupa dengan kita. Lihat. Hongbin sekarang egois asik main sendiri" langkah kaki Hongbin terhenti sejenak.
"Baiklah baiklahhh aku ikut" ucap hongbin.
"Mungkin dia akan menghubungi jaeya, kalau dia tau aku tidak menjemput" pikir hongbin. Dan iapin bermain bersama teman-temannya.

=================

"Lenia akhir-akhir ini kau sering pulang cepat???" Taya jaeya.
"Iyah, aku ada ikut kursus senin-rabu" jelas Lenia. "Kalau begitu aku duluan" ucapnya.
"byeee... sampai besok" jaeya melambaikan tangannya.

Lenia berlari menuju ruang kelas 2 dimana kelas wonshik berada. Tapi di perjalanan di sebuah anak tangga ia bertemu dengan taekwon.
Dan leniapun membukukan badannya. Ia merasa malu jika harus memandang matanya. Ia teringat kejadian semalam.
"Kemarin, tidak ada apa-apa??" Tanya taekwon yang membuat Lenia terkejut.
"Iya, aku tidak apa-apa".
"Oh" hening cukup lama. "Sunbae mau berangkat..... "
"Sssttttttt" Lenia menutup rapat mulutnya.
"Mian".
"Mau berangkat bersama??" Ajak taekwon.
"Bolehkah???" Tanya Lenia girang. "Tunggu sebentar disini" Lenia segera pergi kekelas wonshik.
"Wohhhh leniaaa.... tunggu sebentar. Oppa sudah sebentar lagi selesai" mempercepat memasukan buku-bukunya.
"Oppa.... aku pergi bersama teman??? Jadi oppa tidak usah mengantar??? Byee.."
"Tinggu... temanmu priaa....wanitaaaa...????" Tanyanya panik.
"Hmppp he....he...hee....." segera Lenia kabur meninggalkan wonshik.
"Pasti lelaki" wonshik mengejar Lenia. Dan pada saat itu ia melihat adiknya sedang bersama taekwon.
"Senior taekwon??? Sejak kapan mereka dekat???" Pikir wonshik. "Oh... tidakkkk... kalau dia, aku tidak akan bisa membuatnya lepas dari Lenia. Dia terlalu berat untuk kusingkirkan" ucan wonshik sedih.
Sesampainya di tempat kursus. Semoa orang melihat iri pada Lenia yang bisa datang bersama-sama taekwon.
"Enak yak satu sekolah bareng. Jangan bilang kalau kau kursus karena tau dia disini" salah satu orang di sebelahnya.
"Bukannya kalian -_-)" ucap Lenia dalam hati.
"Mari kita mulai" ucap taekwon. "Aku akan memilih satu dari makanan kalian yang akan kuhabiskan. Jadi masaklah yang enak" ucap taekwon.
"Aku pasti bisa!!!" Ucap Lenia semangat.
"Kau yakin sekali??".
"Tentu saja tante!!! Aku kan disini benar-benar belajar memasak" Lenia mengembalikan ejekannya tadi. Dan itu berhasil membuat wanita disebelahnya marah.
"Okeh... kalau kau bisa membuat instruktur taekwon memakan habis punyamu. Berarti kau memang benar belajar disini. Tapi kalau sebaliknya kau harus keluar dari kursus ini" wanita itu malah memberikan tantangan pada Lenia.
"Ok, siapa takut" ucap Lenia.
"Ada apa disana ribut-ribut" tanya taekwon.
"Tidak ada apa-apa" jawab Lenia. Dan merekapun mulai memasak. Dan taekwon memantau mereka satu persatu. Dan mencicipi sedikit demi sedikit.
1,5 jam berlalu.
"Yoshhh, sudah pas" ucap Lenia. Tapi disaat ia membereskan alat memasak. Seseorang di sebelahnya berbuat curang dengan menambahkan garam banyak kedalam pancinya.
"Hehehe... rasakan" ucap wanita itu.
Leniapun menuangkan masakannya kedalam mangkok dan mulai menatanya. "Ok siapll" ucapnya semangat.
"Kau tidak mencicipinya terlebih dahulu?? Siapa tau rasanya manis... atau malah asin" ucap wanita iti terkekeh.
"Menyebalkan" ucapnya dalam hati. Leniapun mencicipinya. Dan benar saja, masakannya tiba-tiba terasa asin. "Kok bisa??? Tadi aku yakin rasanya pas" wajah Lenia menjadi pucat.
"Kenapa??" Lenia melihat kearah wanita itu.
"Pasti ini ulah mereka" pikir lenia. "Aku harus bagaimana" Lenia semakin panik.
"Kau kenapa???" Tanya taekwon sambil menarik mangkok milik Lenia.
"Andweee!!!!" Teriak Lenia.
"Kenapa???" Tanya taekwon heran. Lenia menutup telinga dan matanya. Taekwonpun menyuapi makanan itu kedalam mulutnya. Ia terdiam cukup lama.
"Dengan begini gadis tengik ini keluar dari kursus ini" bisikan wanita itu tentu saja terdengar taekwon. Tanpa pikir panjang taekwon memakan semua makanan Lenia yang asin itu. Dia memakan habis. Dan tidak berkomentar apapun. Wanita itu dan Lenia terkejut dibuatnya.
"Seniorr" Lenia tak bisa berkata-kata lagi. Melihat taekwon memakan semua habis masakannya. "Gimana, aku tidak keluar kan weeee" Lenia menjulurkan lidahnya dan mengejek perempuan itu. Dan tentu saja wanita itu kesal dibuatnya.

=========

GAME CENTER
Dimana hongbin berada. "Huooo, aku menang lagi!!!!" Teriak hongbin. Terdengar suara handphone miliknya. "Halo".
"Oppa, kau dimana??? Kau bersama Leevi??? Ini sudah malam. Tidak baik untuk anak Sd seperti Leevi malam malam di luar" hongbin terkejut setengah mati. Iapun segera pergi keluar dari game center itu.
"Hongbin kau kemana???" Teriakan temannya itu ia hiraukan. Ia terus berlari dan berlari menuju tempat dimana Leevi bersekolah.
"Bodoh.... kenapa dia tidak menelpon orang rumah" ucapnya kesal. Nafasnya memburu karena berlari.
Iapun masuk kedalam sekolah. Sekolah sudah sepi. Tapi ia tidak melihat sosok Leevi. "Leevi!!!! Kau dimana???" Hongbin mencari di sekitar lapang sekolah. "Siall, dimana anak itu???" Ucapnya kesal. "Leevi.... aku minta maaf... Leevi" seseorang menubruk tepat dibelakang hongbin.
"Oppa..." hongbin membalikan badannya.
"Kenapa kau tidak menghubungi orang rumah!!!! Dan memilih menunggu oppa!!" Teriaknya.
"Tapi oppa datang kan???" Ucapnya sambil tersenyum. Hongbin merasakan tangannya bergetar. Ia memeluk gadis itu dengan rasa bersalah.
"Mian.....oppa berjanji tidak akan melakukannya lagi" ucap hongbin. Iapun memberika mantelnya kepada Leevi. "Brrbrrrr..."
"Oppa tidak usah... oppa pasti kedinginan" Leevi melepaskan jaketnya. Lalu dihentikan oleh hongbin.
"Tidak perlu....pakailah" hongbin menggegam tangan Leevi. "Ayo".
Selama diperjalanan Leevi hanya bersenandung kegirangan.
"Ngomong-ngomong, kenapa Leevi menunggu oppa??" Tanya hongbin.
"Leevi tidak punya handphone" ucapnya polos. Dan hongbinpun membatu seketika. "Oppa kenapa berhenti???" Iapun jongkok menyesali apa yang dilakukannya hampir membahayakan gadis kecil itu.
"Mian...mian...miann...." sesal hongbin.
"Tapi aku tau, oppa pasti akan datang".
"Bagaimana kalau oppa tidak datang".
"Tidak mungkin, karena oppa orang yang paling baik" ucapannya membuat hati hongbin meleleh.
"Baiklah... besok oppa jemput tepat waktu" ucapnya.
"Janji??" Hongbin menganggukan kepalanya.
hongbinpun berdiri dan melanjutkan lagi berjalan.
"Hatsimmmm" hongbin bersin karena kedinginan.
"Oppa kedinginan??"
"Tidak apa-apa. Hatssimmm" hongbin kembali bersin.
"Tunggu sebentar" Leevi berlari.
"Kau mau kemana??".
"Beli minuman. Leevi haus!!" Teriaknya.
Beberapa menit kemudian Leevi membawa satu kaleng ditangannya. "Loh, oppa tidak dibelikan??" Merasa kecewa Leevi hanya membawa satu.
"Ops....ops..." Leevi melempar ke kanan kiri.
"Kamu...kenapa???" ucapnya.
"Oppa jongkok" hongbin mengerutkan dahinya. Leevi pergi kebelekang punggung hongbin.
"Kau minta di gendong?? Bilang dari tadi" ucapnya, hongbin'pun menggendongnya. Lalu Leevi menempelkan tangannya ke pipi hongbin.
"Oppa, apa sudah hangat??" Tanya Leevi.
Hongbin terkejut apa yang dilakukan Leevi padanya. Dia memegang kaleng panas. Agar tangannya menjadi panas. "Gomawo" ucap hongbin.
"Aku sayang oppa" ucap Leevi sambil merangkul leher hongbin. Dan hongbin tidak memarahinya seperti biasa.
.
.
.
"Oppa kecekek Leevi" akhirnya menyerah.
"Mian oppa... he...he..hee"


To be continued

Recent Posts from This Journal

Comments

( 3 comments — Leave a comment )
nishinoya_chiru
Aug. 16th, 2016 03:25 pm (UTC)
Hi. can u add me back? i hope we can be friends :)
niya_yuuchan
Aug. 16th, 2016 03:36 pm (UTC)
No, thanks bro. 😂😂😂 i dont want to become your friend.
//run
nishinoya_chiru
Aug. 16th, 2016 03:40 pm (UTC)
oh okay no prob :') then i'm going kidnap leader N, bye!
( 3 comments — Leave a comment )

Profile

niya_yuuchan
niya_yuuchan

Latest Month

July 2016
S M T W T F S
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
Powered by LiveJournal.com
Designed by Taylor Savvy